Hai blogiest!
Selain kucing, aku punya monyeeeeett...! ^^
Sayangi hewan peliharaanmu, ya!
Setelah kemarin aku ngeriview novel Lovecats yang juga membahas sedikit tentang hewan peliharan, kali ini aku pengen banget ngenalin hewan-hewan peliharaanku. Postingan ini bakal banyak gambar-gambar yang menyebabkan kegemesan yang luar biasa dahsyat. Itu juga kalau temen-temen suka dengan hewan-hewan dan peduli dengan makhluk Tuhan tak berakal ini.
(Alm) Puciy dengan kalungnya yang seperti mafia. |
Aku pecinta kucing. Banget.
Kucing sudah kuanggap anak sendiri. Aku perlakukan dia dengan kasih dan sayang. Sekalipun kucingku nyakar, ngegigit, bikin kotor, ngerusak kain, atau apa aja, aku tetep sayang. Karena justru sikap mereka yang begitulah wujud sayangnya ke manusia.
Kucing bakalan nggak pulang semaleman, tahu-tahu pulang bawa cicak, kadal, belalang, kupu-kupu, serangga, tikus terutama, bahkan burung tetangga yang warna-warni juga pernah dibawa pulang. Kemudian apa yang dia lakukan?
Kucing pintar itu bangga sambil dibawa ke hadapan tuannya. Sekali lagi..., DI DEPAN TUANNYA, sekalipun tuannya lagi makan atau enak-enak nonton TV sambil tiduran. Pernah juga ditaruh di atas perut pas lagi tiduran.
Aku bisa apa?
Cuma bisa ngerang dikit, toh udah mati juga tangkapannya. Dia menunggu apa setelah itu? Dia hanya menunggu kita memujinya.
Cuma bisa ngerang dikit, toh udah mati juga tangkapannya. Dia menunggu apa setelah itu? Dia hanya menunggu kita memujinya.
"Bagus, Puciy... Bagus.. kamu pinter," jawabku sambil nepuk pelan kepalanya lalu mengusap-usap sayang. Kemudian si kucing pergi. Meninggalkan tangkapannya. Katanya sih, dia ikhlas tangkapannya diambil aku. Itu sengaja buatku.
Err....
Selain itu, kucing juga bisa tahu, saat aku sedih. Tidak sepintar anjing memang, tapi ajaibnya, kucing selalu ada meski dia hanya tidur di samping saat aku menangis. Hidungku pernah dijilat dengan lidahnya yang kasar saat aku lagi sedih. Pernah juga saat aku sakit, demam, suhu tubuh panas tapi badan merasa kedinginan, kucingku menggulungkan badan tepat dileherku.
Kucingku pintar, tahu kalau meja makan nggak boleh disentuh. Karena dia punya makanan sendiri. Setiap subuh memang dia pulang dari pencarian gadis di sekitaran rumah. Tidur di sampingku mencari kehangatan. Jam tujuh-delapan pagi, si kucing berontak minta makan. Hal protes unik yang dilakukan kucingku adalah menjatuhkan semua benda di meja riasku.
Kucingku ini pinter. Hari pertama dia udah bisa buang air kecil/besar di dekat lubang air di kamar mandi. Ini anugrah. Kucing kecil kampung buluk, bisa buang air di kamar mandi tanpa diajarin. Melihat pinternya kucingku ini, orang tua ngebolehin pelihara setelah sekian lama ngelarang karena ketika kucingnya hilang atau meninggal, akunya nangis tiada tara.
Kabar terakhir darinya, dia meninggal 12 Juni 2014. Karena sakit FLUTD alias kucing nggak bisa pipis. Aku salah ngasih dia makanan kering terus tanpa ngontrol airnya. Tapi bukan berarti aku pasrah tidak usaha. Aku bertanggung jawab membawanya ke dokter. Dipasang kateter. Sambil dibantu teman-teman di group Perkumpulan Kucing Domestik Indonesia (PKDI). Kami semua sangat peduli terhadap makhluk berkaki empat ini.
Kenapa aku milih makanan kering, karena dulunya pernah aku beliin ikan, dan ikan itu berformalin. Nggak bisa dilumat dengan nasi, alhasil kucingnya sakit 2 minggu, lemas. Kucing aja bisa ngerespon, gimana manusia ya? Naun ternyata akunya salah nggak ngontrol minumnya dan pintar selang-seling makanan.
Kenapa aku milih makanan kering, karena dulunya pernah aku beliin ikan, dan ikan itu berformalin. Nggak bisa dilumat dengan nasi, alhasil kucingnya sakit 2 minggu, lemas. Kucing aja bisa ngerespon, gimana manusia ya? Naun ternyata akunya salah nggak ngontrol minumnya dan pintar selang-seling makanan.
Ini dia foto-foto kucingku.
Bona (kiri) dan alm Boni (kanan)
Ya, temen-temen nggak salah lihat. Mereka berdua adalah dua monyet ekor panjang yang banyak di hutan. Bona, lahir bulan September sekitar tanggal belasan di tahun 2012. Mama beli di pasar burung waktu masih umur seminggu, masih buta, dan di perutnya masih ada tali pusarnya.
Jadi begitu dia bisa lihat, yang ditatap pertama kali adalah wajah-wajah manusia di keluargaku. Mama selalu menggunakan panggilan "Mama", begitu pula Papaku. Sedangkan mama bilang, "Itu, mbak-mbak kamu, dan mas kamu."
Oke, aku punya adek baru.
Anggap, anak keempat orag tuaku. Kami memperlakukan Bona seperti adek bayi. Dia juga memang seperti bayi. Nggak mau pisah sama Mama. Maunya digendong. Dia dikasih makan pisang halus dan susu dancow. Alhasil, dia sekarang hiperakif. Mungkin karena minum dancow.
Yang lucu adalah ketika dia dihadapkan dengan cermin untuk pertama kali, dia teriak-teriak ketakutan lihat wajahnya sendiri. Dia mungkin nggak terima, sambil membatin, "Mengapa aku berbeda," lalu dibuat film layar lebar.
Boni hadir setelah satu tahun Bona tinggal bersama kami. Boni dikasih dengan cuma-cuma oleh temen mama. Boni penakut. Tapi aku nangkapnya begini, monyet itu menganut sistem pemerintahan kerajaan. Siapa yang paling besar dan tua, dialah rajanya.
Berlaku pada mereka. Boni takut da tunduk sama Bona. Dan Bona semena-mena.
Boni meninggal karena dia sakit. Boni terbiasa dilepas dan berkeliaran seenaknya di rumah. Tapi dia bisa balik ke kandang sendiri. Jadi pagi pergi kerja, sore dia pulang untuk Bona. Mereka tidur berpelukan. Salah satunya nggak ada, pasti dicariin.
Mau tahu kelucuan nenek moyang manusia ini?
Kalau bona ini deketnya sama adekku. Klop banget. Dan Bona bisa nurut kalau sama adekku. Kalau sama aku...... ehm..., kalau lagi banyak orang aku dimusuhin. Tapi kalau lagi nggak ada orang, ya dia ngalem sama aku.
Pelajaran berharga ketika memelihara hewan peliharaan adalah di sini kita dilatih:
1. Tanggung jawab.
Kita berani memelihara mereka, maka kita harus bertanggung jawab saat mereka sakit, kelaparan, butuh diperhatikan. Jangan setelah punya ditelantarin.
2. Kesabaran.
Hewan peliharaan nggak punya otak pinter seperti manusia. Kadang justru mencelakai tuannya sendiri. Lalu apa yang tuan lakukan? Marah? Kita nggak boleh marah. Nggak boleh. Kasih pelajaran/hukuman yang tidak berlebihan. Dan jangan malu untuk memberi reward untuk mereka. ^^
3. Ketulusan.
Jika kita menyayangi tulus, perasaan marah sama sekali nggak akan timbul. Jika masih ada marah, percayalah kita akan terbiasa dengan hal itu.
4. Kasih sayang.
Well.., sama hewan aja sayang, apalagi sesama insan manusia. Hati akan mudah tersentuh dan ingin selalu menyayangi satu sama lain.
Masih banyak lagi pelajaran yang bisa diambil. Dan itu kasat mata. Terkadang tiba-tiba kita sadar satu hal dari memelihara mereka.
Saat ini pun aku masih terus belajar dari mereka. Aku belum sempurna yang memiliki semua sifat baik itu. Tapi..., aku berusaha untuk itu. ^^ Orang pemarah diterapi memelihara hewan sepertinya berhasil.
Pelajaran berharga ketika memelihara hewan peliharaan adalah di sini kita dilatih:
1. Tanggung jawab.
Kita berani memelihara mereka, maka kita harus bertanggung jawab saat mereka sakit, kelaparan, butuh diperhatikan. Jangan setelah punya ditelantarin.
2. Kesabaran.
Hewan peliharaan nggak punya otak pinter seperti manusia. Kadang justru mencelakai tuannya sendiri. Lalu apa yang tuan lakukan? Marah? Kita nggak boleh marah. Nggak boleh. Kasih pelajaran/hukuman yang tidak berlebihan. Dan jangan malu untuk memberi reward untuk mereka. ^^
3. Ketulusan.
Jika kita menyayangi tulus, perasaan marah sama sekali nggak akan timbul. Jika masih ada marah, percayalah kita akan terbiasa dengan hal itu.
4. Kasih sayang.
Well.., sama hewan aja sayang, apalagi sesama insan manusia. Hati akan mudah tersentuh dan ingin selalu menyayangi satu sama lain.
Masih banyak lagi pelajaran yang bisa diambil. Dan itu kasat mata. Terkadang tiba-tiba kita sadar satu hal dari memelihara mereka.
Saat ini pun aku masih terus belajar dari mereka. Aku belum sempurna yang memiliki semua sifat baik itu. Tapi..., aku berusaha untuk itu. ^^ Orang pemarah diterapi memelihara hewan sepertinya berhasil.
INTERMEZO
Bona dan adikku, sama-sama suka narsis. Sama-sama pinter gaya. |
Narsis pose kedua. |
Menurutmu, adikku yang niruin Bona melet duluan? SALAH! Adikku dulu yang melet, Bona yang ngikutin. |
Dua adikku lagi pose. |
Ini anakku..., si gembul, Puciy! Perutnya segede gaban!
Makmur ya, Nak, tinggal ama Mama? :*
Puciy beraksi, berantakin meja rias, karena protes minta keluar.
Dia ngelihatin pintu, nggak kebuka-buka juga.
Cari Perbedaan!
Ini saat aku bersihin meja komputer. Si Puciy ikut sibuk.
Meme Puciy. ^^
Sesungguhnya mereka tahu dan paham arti sayang kita. Jangan tanya bagaimana mereka bisa menunjukkan ras bahagianya mereka hidup bersama kita, karena mereka selalu punya cara sendiri. Dan hanya kita yang tahu, kita dapat merasakannya. ^^
Cintailah mereka tanpa pamrih...
Dan mencintai mereka adalah mulia...
-- Vindy Putri
49 komentar
Write komentarWah, adiknya cantik (salah fokus). Maksudnya kucingnya cantik. Tapi itu kucingnya cowok apa cewek ??. Gagah banget itu si Puciy di foto paling atas. Dah kayak gembong narkoba..
ReplyBtw, gue gak suka monyet. Jadi, gue no komen ya sama si monyet :D
Aih.., hahaha. Kucingnya cowok. Gagah, macho gitu kan?
ReplyHehe, kenapa nggak suka monyet? Pernah digigit?
itu kucingnya kelakuannya sama kaya kucing gue, walaupun dia cuman bisa tiduran sambil males malesan tapi dia selalu ada :'D hehe, itu bona narsis banget, tapi agak agak takut kalo mau melihara itu hhe -_- (takut kalah narsis)
ReplySaya suka kucing sis.
Replykucingku ada tuh warna hitam kayak yang ada di foto, ada warna putih juga dibagian leher sama ujung kakinya aja.
Jadi cuma 2 warna aja kucingku.
Itu pasti reinkanasi kucingku. Balikin.. :(
ReplyHahaha,, Nggak bakal bisa narsis kalau nggak foto sama adekku. Aku aja nggak bisa selfie bareng dia. Gerak terus gak bisa diem. Kalau sam adekku nurut.
Replyitu si bona cewek atau cowok ? kalo cewek kenalin ke aku dong :v :v :v wkwkwk
Replyaduh itu kucingnya nunjukin perut mulu,, payudaranya keliatan, porno iiih, hahaha XD itu kucingnya cewek ya?
Replypucy mirip sama kucing gue yang udah gak ada,, meski corak di wajahnya beda..
gue lebih penasaran sama monyet, gimana rasanya ya punya peliharaan moyet, biasanya kan kalau teriak suka kenceng gitu, apa gak ngeri? x_x
sebagai manusia,, gue gak terima, si boni disebut nenek moyang gue,, aaaaaakkk tidaaaaaaaak X((
masa payudaranya disebut juga, Il. :D
ReplyWell, sebagian ceritanya udah saya denger langsung. Saya jadi kepikiran untuk mulai melihara seseekor. Apa ya?
ReplyTernyata banyak pelajaran waktu melihara binatang ya. ajarin buat didik kucing dung vindy hhe
ReplyAh lucu banget itu monyetnya. tp bukannya lebih baik monyet itu hidup di alam bebas aja ya hehe.
ReplyGue gak pernah miara binatang sih, gak bisa ngurusnya, jadi kasian kalo ga keurus terus mati gitu
nggak bisa dong, ane dah ambil duluan.
Replypunya monyet jinak enak juga ya?
Replydulu tetanggaku punya monyet, aku dah baik mau gendong dan ngasih pisang.
tapi, apa? endingnya bajuku diberakin sama dipisin dengan ekspressi yang tak berdosa.
emang dasar monyet!
kucing memang anugerah, makhluk ciptaan Tuhan yang lucu dan menggemaskan. Saya juga suka kucing, tapi dia pas ada maunya mendekat, kalau udah puas dia pergi. Tapi kasihan lihat kucing, dipakein kalung, saya jadi nggak tega, monyetnya lucu :)
ReplyDuhh... Adeknya lucu banget :3
ReplyHahahha... Dulu punya kucing tapi nggak balik lagi... Kepincut kucing janda tetangga...
Wah pencinta binatang nihm gue salut sama orang kaya lo, yang bisa membagi perasaan dan kebahagiaan bersama makhluk lain.
Replypunya hewan peliharaan enak ya, ketika lagi kesepian dirumah biring mau ngapain, bisa main sama hewan peliharaan, itu boni exis banget ya bisa nurutin ekspresi majikannya.
Waaaaaah, kucingnya lucu to the max!
ReplySepanjang postingan, aku ngebayangin di posisimu, melihara kucing, nemanin waktu lagi sedih. Pengen banget digituin walaupun sama kucing :')
cuman sayangnya di rumah nggak dibolehin pelihara kucing -___-
Hehehe.., iya aku pernah banyak cerita ke kamu tentang peliharaanku. :D
ReplyPelihara kucing, aja sih..., dia fleksibel. Bisa pulang, bisa nggak pulang-pulang. Bebas cari makan..
Ya.., intinya pelihara mereka dengan kasih sayang :3 Jangan dikerasin... dia itu cerminan kita. Kita jahat, maka dia akan jahat. begitu pula sebaliknya. :)
ReplyIya, betul. Lebih bagus dilepas. Ini Bersyukur banget dipelihara keluargaku yang semuanya sayang banget sama monyet ini. Yang jahat penjualnya, tuh...
ReplyKami sekeluarga sering berpikir, jika dipelihara orang, apakah akan disayang seperti anak sendiri gini... Lebih baik sama kami aja.
Hahaha..., iya. Namanya juga hewan... Nggak boleh marah yaa... :)
ReplyHehe.., dipakein kalung buat identitas. Itu juga nggak nyekik kok. Longgar banget. Bulunya aja yang memang agak megar dikit. Jadi terkesan tercekik ya? Dianya biasa aja. Pas dipakein juga anteng :3
ReplyNah.., gagal fokus ya.. :D
ReplyHahaha.., iya, dia pasti udah punya keluarga. Masa menikah masih tinggal ama tuan sih... XD
Iya, terima kasih Fahmi... :)
ReplyBetul banget! Enak.., nggak pernah merasa sendiri. Di tinggal di rumah sendirian, juga nggak bakal takut. :)
Itu Bona.., iya. Dia bisa pose. Lucu yaa...
Seneng banget loh, Mereka memberikan kasih sayangnya tulus.., asal kita juga menyayanginya dengan ketulusan hati..,
ReplyYah, kalau belum bisa pelihara, bisa memberi makan mereka di luar. :) Seperti aku biasa bawa makanan kering ke mana-mana...Ada kucing, aku kasih deeh ")
waaah sayang banget yaa kucing lo udah meninggal sejak lamaa, padahal lucu banget. meskipun mereka kelkuannya agak aneh tapi justru itu yang bikin kita gemess hehe.
Replylo pelihara monyet juga? keren! tapi apa monyet lo nggak sering cakar gitu kah? soalnya kan monyet biasanya suka kejam kalo sama orang nggak dikenal. tapi monyet lo lucu banget sih. namanya juga gemesin, Bona dan Boni hehe.
pelihara hewan emang nggak boleh sembarangan. kita harus pelihara mereka dengan hati.
Huhu, *nyusun rencana nyulik*
ReplyKenalin ke bona-nya ya... hehhee..cewek dia. Cantik kan....?
ReplyHahahaha..iil sensorr...
ReplyRasanya pelihara monyet adalah seperti punya adek baru. Seperti manusia. Persis. Bedanya dia gak bisa bahasa manusia. Selebihnya sama.
Puciy mirip Kuro ya, Viiiin. :D Aku gemes deh sama pelut gembulna.. Pengen uwel-uwel sepuasnya. Wkwkwkwk :P
ReplyKalok monyet sih aku belom pernah miara.. :D
Makanya aku jadi baper lihat Kuro-mu. Hihii... sama, Beb... aku juga gemes lihat perutnya yang gembul!
ReplyMonyet sih, mending jangan pelihara kalau belum bisa.. :D karena seperti memelihara anak kecil.
Iya, hiks. :'( Puciy sangat cepat meninggalkanku...
ReplySetuju! Perlakukan binatang dengan sebaik-baiknya... :)
Iya.. Tapi kadang si Kuro ini manjanya ngga ketulungan.. -_- Mesti digendong, ngga tau diri banget kalok dia uda seberat karung beras -_-
Replyhahaha...jangan dong.
Replykucing satu-satunya di rumah.
Hahaa..., ya gapap dong, itung-itung olahraga >_<
Replykalo aku mah udah tak gendong kemana-mana.. haha
:( Pinjem deehh... Pinjem sebulan...
ReplyPengen sih melihara kucing, tapi tak dibolehin sama nyokap karena gak tahan sama bulunya. Akhirnya melihara dari luar aja deh, ngasih makan gitu.
ReplyHmm., gapapa, usaha kamu ngasih makan di luar itu udah bagus dan mulia, kok :)
ReplyAww mereka lucu-lucuu~ <3
ReplyCerita tentang Bona menarik banget~ apalagi bagian ini hahaha "Yang lucu adalah ketika dia dihadapkan dengan cermin untuk pertama kali, dia teriak-teriak ketakutan lihat wajahnya sendiri. Dia mungkin nggak terima, sambil membatin, "Mengapa aku berbeda," lalu dibuat film layar lebar."
Jadi inget dulu pernah baca cerita fiksi tentang monyet yang dipelihara manusia sampai dia lupa dirinya monyet (dan kacaunya dia naksir manusia, tunangan "kakak" manusianya) XDD
Salam buat Bona ya~ dan RIP Boni dan Puciy... T.T
Iyaaa mereka itu lucu... hihii.. seneng kalau mereka nunjukin rasa sayangnya.. :3
ReplyIya, nanti salamnya aku wujudin ke bona, gelitikin dia heheee
Olahraga angkat beban? :'
ReplyLha iyaaaa.. Ini saking manjanya pas mau boker pun harus digendong dulu -_-
Menarik sekali ternyata dari foto fotonya benar benar seorang penyayang hewan
Replymaaf,
Replytidak boleh
Terima kasih, Sally.. ^^
ReplyIhh onyetnyya ngegemeshin bisa ikut melet gitu hahaha
ReplyHihihi..., iya. Lucu ya..., dia ngerti selfie juga XD
ReplyAhhh Puciy nya lucu bangeett kaaakk!!! Gemeeuuuuzzz.... Daritadi liat fotonya jd kepengen elus-elus, trs aku gendong2 :')
ReplyApalagi tingkahnya yang lucu ya? Pinter banget lg pipis dan bab nya gak disembarang tmpat.. Ada2 aja, kalo ngambek mau keluar, meja rias kak Vindy diberantakin sama dia.Haha..
Oiya itu kalo bobo brg kak Vindy jg?? Bukannya bulu kucing suka rontok ya, kak?
Sayang ya Puciy udah mati:( Perasaan kakak pas si Puciy mati gimana? Nangisnya pasti kejer banget ya? :( Ahh.. Jadi ikut sedihh.. :''(
Itu Bona nya juga kocak sih, tp aku gak suka monyet, serem ah mukanya, lucuan kucing haha. Tp klakuan si Bona nya lucu sih, seru bgt bsa diajak selfie gtu :D Skrg Bona nya msh ada gak kak??
Iya, lulu. Lucu si Puciy ini. Rontok iya, tapi nggak parah kok. beuuh nangis kejer-kejer deh. Kaya kehilangan partner hidup.
ReplyHaha bona lucu karena dia udah jinak. :) Masih ada doong, masih hidup. :)
Jejakkan komentar, saran, kritik, dan pertanyaan melalui Contact atau komentar di bawah ini. Gunakan komentar Facebook (di atas) jika ingin mendapat notifikasi balasan langsung dari Facebook. Atau bisa juga dengan akun Blog/Gmail.
Terima kasih berkenan membaca dan mampir di Vindy Pindy Mindy.
--- www.vindyputri.com ConversionConversion EmoticonEmoticon